LAMPUNG SELATAN- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Gedung Parona, Jati Agung, Lampung Selatan, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan itu melibatkan Kementerian PKP, Kemendagri, BPS, BTN, BP Tapera, PNM, SMF, dan Pemerintah Provinsi Lampung.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menyebut rumah ialah kebutuhan dasar yang menentukan kualitas hidup dan keluarga sejahtera.
“Ketika masyarakat punya hunian layak, kesehatan keluarga lebih terjaga, produktivitas naik, dan stabilitas sosial menguat,” tegasnya.
Gubernur Mirza mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto melalui Program 3 Juta Rumah.
Tahun lalu, kata Mirza, Lampung dapat sekitar 2.300 unit bantuan bedah rumah. Namun kebutuhan masyarakat masih sangat besar.
“Alhamdulillah, hari ini Menteri PKP berkomitmen menyiapkan 10 ribu rumah bagi Lampung tahun ini. Ini jawaban atas harapan masyarakat,” katanya.
PR Lampung
Kepala BPS Amalia Adininggar menyebut, sektor perumahan menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional maupun daerah.
“Ekonomi Lampung Triwulan I 2026 tumbuh 5,58 persen dan tertinggi 10 tahun terakhir,” katanya.
Pertumbuhan ini, jelas dia, didorong pertanian tumbuh signifikan hingga 12 persen, industri kertas 9,88 persen, dan industri furnitur 8,43 persen.
Selain itu, konsumsi rumah tangga masyarakat Lampung juga tetap terjaga dengan pertumbuhan 5,54 persen.
Namun, Amalia mengungkapkan, sekitar 146.500 rumah tangga di Lampung belum punya rumah dan 647 ribu rumah tangga menempati rumah tak layak huni.
Vice President BTN, Mihardina Jati mencatat sudah ada 2.042 permintaan KPR di Lampung senilai Rp268,86 miliar.
Anggota Komisi V DPR RI, Muchlis Basri mengapresiasi pemerintah pusat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Lampung yang naik lima kali lipat dibanding tahun lalu.



